{"post":[{"id_post":"55617","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Loretta-Mester.jpg","post_title":"Loretta Mester:Laporan Ekonomi AS Hasilnya Cenderung Seperti Mimpi Buruk","post_status":"publish","id_parent":"55618","post_type":"post","category":"laporan-bank-sentral","post_name":"loretta-mesterlaporan-ekonomi-as-hasilnya-cenderung-seperti-mimpi-buruk","post_content":"JAVAFX \u2013 Presiden Bank Federal Cleveland Loretta Mester pada hari Rabu (1\/4) mengatakan bahwa laporan yang mengukur aktivitas ekonomi AS saat cenderung \"sangat buruk\" dan tingkat pengangguran bisa naik di atas 10% karena upaya untuk memperlambat penyebaran virus corona.\r\n\r\nThe Fed melakukan apa yang dapat dilakukan untuk mendukung pasar dan mengatur ekonomi untuk pemulihan yang kuat setelah virus itu terkandung, kata Mester saat wawancara di CNBC.\r\n\r\n\"Bagaimana hal-hal untuk memperlambat penyebaran Covid-19 benar-benar akan tergantung pada jalannya virus dan pemerintah AS bisa menggunakan segala cara untuk menopang ekonomi,\" kata Mester.\r\n\r\nHal serupa dikatakan juga oleh Goldman Sachs (NYSE: GS) mengatakan bahwa penurunan ekonomi kuartal kedua AS akan lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya dan pengangguran akan lebih tinggi, mengutip bukti anekdotal dan angka klaim pengangguran yang tinggi.\r\n\r\nGoldman mengatakan sekarang memperkirakan penurunan PDB riil kuartal ke kuartal sebesar 34% yang disetahunkan untuk kuartal kedua, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya untuk penurunan 6% dan penurunan 24%.\r\n\r\nPeringatan dari Goldman datang dua hari sebelum rilis laporan pasar tenaga kerja AS untuk bulan Maret, yang diperkirakan akan menunjukkan lompatan dalam pengangguran sebagai akibat dari penutupan dari pabrik, restoran, bar, pusat kebugaran dan bisnis lainnya selama sebulan. Faktor yang sama sudah akan ditampilkan dalam laporan klaim pengangguran mingguan Kamis. Analis yang disurvei oleh Investing.com memperkirakan 998.000 peningkatan klaim pengangguran minggu lalu.\r\n\r\nPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tweeted bahwa AS harus menggunakan biaya pinjaman rendah untuk meluncurkan program infrastruktur $ 2 triliun yang juga akan menyediakan lapangan kerja.\r\n\r\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump, AS harus memulai program infrastruktur senilai $2 triliun yang juga akan menciptakan lapangan kerja. Dimana Trump melihat tingkat pengangguran naik menjadi 15% pada pertengahan tahun dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya untuk 9%.\r\n\r\nLangkah ini akan menjadi fase selanjutnya dalam memerangi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 yang telah menyebar hingga ke seluruh dunia, dimana harus mengikuti langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter.\r\n\r\nDalam tweetnya Trump menjelaskan bahwa \u201cDengan suku bunga Amerika Serikat saat ini yang berada di NOL, ini adalah waktu untuk melakukan RUU Infrastruktur yang telah lama ditunggu-tunggu. Bagi AS sangat besar dan mudah dalam memulai program Infrastruktur senilai $2 triliun karena kita hanya berfokus pada sector pekerjaan dan membangun kembali perekonomian di Negara kita.","post_date":"April 01, 2020 07:35:57"},{"id_post":"55611","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/washingtong-dc-3.jpg","post_title":"Goldman Sachs Memprediksi PDB AS Bakal Merosot","post_status":"publish","id_parent":"55612","post_type":"post","category":"indikator-ekonomi","post_name":"goldman-sachs-memprediksi-pdb-as-bakal-merosot","post_content":"JAVAFX \u2013 Pada hari Selasa (31\/3), Goldman Sachs (NYSE: GS) mengatakan bahwa penurunan ekonomi kuartal kedua AS akan lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya dan pengangguran akan lebih tinggi, mengutip bukti anekdotal dan angka klaim pengangguran yang tinggi.\r\n\r\nGoldman mengatakan sekarang memperkirakan penurunan PDB riil kuartal ke kuartal sebesar 34% yang disetahunkan untuk kuartal kedua, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya untuk penurunan 6% dan penurunan 24%.\r\n\r\nPresiden Amerika Serikat Donald Trump, AS harus memulai program infrastruktur senilai $2 triliun yang juga akan menciptakan lapangan kerja.\r\n\r\nDimana Trump melihat tingkat pengangguran naik menjadi 15% pada pertengahan tahun dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya untuk 9%.\r\n\r\nLangkah ini akan menjadi fase selanjutnya dalam memerangi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 yang telah menyebar hingga ke seluruh dunia, dimana harus mengikuti langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter.\r\n\r\nDalam tweetnya Trump menjelaskan bahwa \"Dengan suku bunga Amerika Serikat saat ini yang berada di NOL, ini adalah waktu untuk melakukan RUU Infrastruktur yang telah lama ditunggu-tunggu. Bagi AS sangat besar dan mudah dalam memulai program Infrastruktur senilai $2 triliun karena kita hanya berfokus pada sector pekerjaan dan membangun kembali perekonomian di Negara kita.\r\n\r\nPenurunan tingkat kepercayaan konsumen selama bulan Maret tersebut, nampaknya tidak terlepas dari wabah Covid-19 yang kian meluas jangkauan persebarannya, terutama di Amerika Serikat dengan tingkat infeksi berdasarkan data actual melebihi Cina.\r\n\r\nDisisi lain, Bank Dunia mengatakan dalam pembaruan ekonomi bahwa pandemi virus corona diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan yang tajam di negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik serta China.\r\n\r\nBank mengatakan perkiraan pertumbuhan yang tepat sulit, mengingat situasi yang berubah dengan cepat, tetapi baseline sekarang menyerukan pertumbuhan di negara-negara berkembang di kawasan berubah melambat menjadi 2,1% pada tahun 2020, dan -0,5% dalam skenario kasus yang lebih rendah dibandingkan dengan perkirakan pertumbuhan 5,8% pada tahun 2019 lalu.\r\n\r\nDi China, di mana wabah koronavirus berasal pada akhir Desember, pertumbuhan diproyeksikan melambat menjadi 2,3% dalam skenario baseline, atau serendah 0,1% dalam skenario kasus rendah, dibandingkan dengan pertumbuhan 6,1% pada 2019.\r\n\r\nWilayah itu menghadapi kombinasi yang tidak biasa dari peristiwa yang saling mengganggu dan saling menguatkan. Rasa sakit yang diterima ekonomi sebagai dampak dari corona yang signifikan tampaknya tidak dapat dihindari di semua negara.\r\n\r\nNegara-negara di kawasan tersebut harus berinvestasi dalam kapasitas perawatan kesehatan dan mengambil langkah-langkah fiskal yang ditargetkan, seperti memberikan subsidi untuk pembayaran sakit dan perawatan kesehatan, untuk mengurangi beberapa dampak langsung dari pandemi.","post_date":"March 31, 2020 23:09:47"},{"id_post":"55608","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Trump3.jpg","post_title":"Program Infrastruktur Trump Adalah Stimulus Tahap 4","post_status":"publish","id_parent":"55609","post_type":"post","category":"indikator-ekonomi","post_name":"program-infrastruktur-trump-adalah-stimulus-tahap-4","post_content":"JAVAFX \u2013 Dalam mengusung kebijakan umum New Deal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Selasa (31\/3), AS harus memulai program infrastruktur senilai $2 triliun yang juga akan menciptakan lapangan kerja.\r\n\r\nLangkah ini akan menjadi fase selanjutnya dalam memerangi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 yang telah menyebar hingga ke seluruh dunia, dimana harus mengikuti langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter.\r\n\r\nDalam tweetnya Trump menjelaskan bahwa \"Dengan suku bunga Amerika Serikat saat ini yang berada di NOL, ini adalah waktu untuk melakukan RUU Infrastruktur yang telah lama ditunggu-tunggu. Bagi AS sangat besar dan mudah dalam memulai program Infrastruktur senilai $2 triliun karena kita hanya berfokus pada sector pekerjaan dan membangun kembali perekonomian di Negara kita.\r\n\r\nTrump telah menggembar-gemborkan pembangunan kembali infrastruktur sepanjang masa jabatannya, tetapi gagasan itu tidak pernah mendapatkan daya tarik atau menghasilkan rincian.\r\n\r\nProyek-proyek yang didanai pemerintah, seperti yang dijalankan oleh Otoritas Lembah Tennessee, adalah ciri khas program New Deal Presiden Franklin Roosevelt selama Depresi Hebat, yang menyediakan pekerjaan yang dibayar pemerintah untuk proyek-proyek pembangunan ekonomi.\r\n\r\nData US CB Consumer Confidence untuk bulan Maret 2020, tercatat 120.0, setelah sebelumnya dilaporkan pada level index 130.7 dan konsensus pasar menyajikan level indeks 115.1\r\n\r\nData yang berdasarkan pada survey 5000 rumah tangga yang memberi\u00a0tanggapan terhadap kondisi ekononi sekarang dan masa depan, termasuk ketersediaan tenaga kerja, kondisi usaha dan segenap situasi ekonomi.\r\n\r\nDengan tingkat kepercayaan konsumen yang juga menggambarkan\u00a0tingkat kepercayaan financial merupakan indikator utama dari pengeluaran konsumen, yang memberi kontribusi terbesar pada keseluruhan aktivitas ekonomi.\r\n\r\nPenurunan tingkat kepercayaan konsumen selama bulan Maret tersebut, nampaknya tidak terlepas dari wabah Covid-19 yang kian meluas jangkauan persebarannya, terutama di Amerika Serikat dengan tingkat infeksi berdasarkan data actual melebihi Cina.\r\n\r\nPublikasi data\u00a0 US \u00a0Chicago PMI untuk bulan Maret 2020, dilaporkan pada level indeks 47.8 setelah sebelumnya tercatat 49.0 dan estimasi 44.1\r\n\r\nData yang didasarkan pada survey terhadap manajer pembelian di wilayah Chicago juga merupakan indikator penting\u00a0 yang merefleksikan kebugaran ekonomi. Di atas level indeks 50 mengindikasikan ekspansi dan di bawah level 50 bermakna kontraksi.","post_date":"March 31, 2020 22:54:48"},{"id_post":"55579","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Crude-Oil-Futures-Kemungkinan-Kenaikan-Akan-Berlanjut.jpg","post_title":"AS \u2013 Rusia Menyetujui Pembicaraan Pasar Minyak Karena Trump Sebut Perang Harga \u2018Gila\u2019","post_status":"publish","id_parent":"55580","post_type":"post","category":"berita-emas-minyak","post_name":"as-rusia-menyetujui-pembicaraan-pasar-minyak-karena-trump-sebut-perang-harga-gila","post_content":"

JAVAFX \u2013 Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin sepakat melalui panggilan telepon hari Snein untuk meminta pejabat energi utama mereka membahas kemerosotan harga minyak global, kata Kremlin, ketika Trump menyebut perang harga Rusia dengan Arab Saudi \u2018gila\u2019.<\/p>\r\n

Perjanjian trsebut menandai putaran baru dalam diplomasi minyak\u00a0 global sejak ketauhan besar, mengancam pengebor berbiaya lebih tinggi di AS dan di seluruh dunia dengan kebangkrutan.<\/p>\r\n

Juru bicara Gedung Putih judd Deere mengatakan kedua pemimpin telah sepakat tentang pentingnya stabilitas di pasar energi global. Menteri Energi AS, Dan Brouillette akan berbicara dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak tentang \u2018cara produsen terbesar didunia dapat mengatasi volatilitas di pasar minyak global,\u201d kata juru bicara Departemen Energi Shaylyn Hynes.<\/p>\r\n

Kremlin tidak mengatakan apa yang sebenarnya akan dibahas para menteri, tetapi Moskow sebelumnya mengisyaratkan pihaknya ingin melihat lebih banyak negara bergabung dalam upaya menyeimbangkan pasar minyak global.<\/p>\r\n

Sesaat sebelum panggilan telepon hari Senin, Trump mengatakan Arab Saudi dan Rusia \"keduanya menjadi gila\" dalam perang harga minyak mereka dan bahwa \"Saya tidak pernah berpikir saya akan mengatakan bahwa mungkin kita harus memiliki kenaikan harga (minyak), karena kita memang melakukannya. . \"<\/p>\r\n

\"Harganya sangat rendah sekarang mereka bertarung dengan gila-gilaan, distribusi berlebihan dan berapa banyak barel yang harus dilepas,\" kata Trump dalam sebuah wawancara di Fox News.<\/p>","post_date":"March 31, 2020 13:01:25"},{"id_post":"55572","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Victoria-Kwakwa.jpg","post_title":"Bank Dunia: Covid-19 Berhasil Menghantam Pertumbuhan Ekonomi di Seluruh Dunia","post_status":"publish","id_parent":"55573","post_type":"post","category":"indikator-ekonomi","post_name":"bank-dunia-covid-19-berhasil-menghantam-pertumbuhan-ekonomi-di-seluruh-dunia","post_content":"JAVAFX \u2013 Pada hari Selasa (31\/3) pagi, Bank Dunia mengatakan dalam pembaruan ekonomi bahwa pandemi virus corona diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan yang tajam di negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik serta China.\r\n\r\nBank mengatakan perkiraan pertumbuhan yang tepat sulit, mengingat situasi yang berubah dengan cepat, tetapi baseline sekarang menyerukan pertumbuhan di negara-negara berkembang di kawasan berubah melambat menjadi 2,1% pada tahun 2020, dan -0,5% dalam skenario kasus yang lebih rendah dibandingkan dengan perkirakan pertumbuhan 5,8% pada tahun 2019 lalu.\r\n\r\nDi China, di mana wabah koronavirus berasal pada akhir Desember, pertumbuhan diproyeksikan melambat menjadi 2,3% dalam skenario baseline, atau serendah 0,1% dalam skenario kasus rendah, dibandingkan dengan pertumbuhan 6,1% pada 2019.\r\n\r\nWilayah itu menghadapi kombinasi yang tidak biasa dari peristiwa yang saling mengganggu dan saling menguatkan. Rasa sakit yang diterima ekonomi sebagai dampak dari corona yang signifikan tampaknya tidak dapat dihindari di semua negara.\r\n\r\nNegara-negara di kawasan tersebut harus berinvestasi dalam kapasitas perawatan kesehatan dan mengambil langkah-langkah fiskal yang ditargetkan, seperti memberikan subsidi untuk pembayaran sakit dan perawatan kesehatan, untuk mengurangi beberapa dampak langsung dari pandemi, kata Bank Dunia.\r\n\r\nPengendalian pandemi akan memungkinkan pemulihan berkelanjutan di wilayah tersebut, meskipun risiko terhadap prospek dari tekanan pasar keuangan akan tetap tinggi. Goncangan finansial dari pandemi itu juga diperkirakan akan berdampak serius pada kemiskinan, yang didefinisikan sebagai pendapatan $5,50 sehari, kata bank itu. Skenario dasar menyerukan hampir 24 juta orang lebih sedikit untuk keluar dari kemiskinan di seluruh wilayah pada tahun 2020 karena pandemi. Jika situasi ekonomi semakin memburuk, kemiskinan dapat meningkat sekitar 11 juta orang.\r\n\r\nProyeksi sebelumnya memperkirakan bahwa hampir 35 juta orang akan keluar dari kemiskinan di wilayah ini pada 2020, termasuk lebih dari 25 juta di China saja.\r\n\r\nSelain langkah-langkah fiskal yang ditargetkan, negara-negara harus melihat kerjasama internasional yang lebih dalam dan kemitraan publik-swasta lintas-perbatasan baru untuk meningkatkan produksi dan pasokan pasokan dan layanan medis utama dan memastikan stabilitas keuangan setelah krisis berakhir.\r\n\r\nVictoria Kwakwa wakil presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik menjelaskan bahwa \u201cNegara-negara juga harus mengurangi kredit untuk membantu rumah tangga memperlancar konsumsinya dan membantu perusahaan bertahan dari guncangan langsung wabah. Kabar baiknya adalah bahwa kawasan ini memiliki kekuatan yang dapat disadapnya, tetapi negara-negara harus bertindak cepat dan pada skala yang sebelumnya tidak terbayangkan.\"","post_date":"March 31, 2020 10:12:14"},{"id_post":"55569","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Asia5.jpg","post_title":"Aktivitas Pabrik China Meroket Tetapi Prospeknya Masih Suram","post_status":"publish","id_parent":"55570","post_type":"post","category":"indikator-ekonomi","post_name":"aktivitas-pabrik-china-meroket-tetapi-prospeknya-masih-suram","post_content":"JAVAFX \u2013 Aktivitas pabrik di China secara tak terduga rebound pada bulan Maret setelah mengalami kontraksi tajam ke rekor terendah, tetapi penyebaran virus corona secara global lebih cepat dari yang diharapkan untuk menjaga bisnis dan ekonomi secara keseluruhan di bawah tekanan berat ketika permintaan asing merosot.\r\n\r\nBiro Statistik Nasional China (NBS) mengatakan pada Selasa (31\/3) bahwa Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi China naik menjadi 52 pada Maret dari keruntuhan ke rekor terendah 35,7 pada Februari, di atas angka 50 poin yang memisahkan pertumbuhan bulanan dari kontraksi .\r\n\r\nAnalis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PMI Februari akan datang di 45,0.\r\n\r\nNBS mengaitkan rebound mengejutkan di PMI, indikator bulan ke bulan, ke rekor terendah di Februari dan memperingatkan bahwa pembacaan tidak menandakan stabilisasi dalam kegiatan ekonomi.\r\n\r\nMemang, analis mengatakan pantulan yang berkelanjutan dalam aktivitas manufaktur tampak agak jauh meskipun ada penurunan infeksi virus korona China dari puncaknya pada Februari.\r\n\r\nBanyak yang memperingatkan bahwa produsen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan akan tetap berada di bawah tekanan kuat dalam beberapa bulan mendatang mengingat penyebaran virus yang cepat di seluruh dunia, penguncian yang belum pernah terjadi sebelumnya di beberapa negara dan kepastian hampir resesi global.\r\n\r\nBeijing, dengan biaya besar bagi perekonomian, telah memberlakukan aturan karantina kejam dan pembatasan perjalanan untuk mengekang penyebaran pandemi yang telah menewaskan lebih dari 3.000 orang di negara itu. Tetapi ketika infeksi yang ditularkan secara lokal berkurang, sebagian besar bisnis telah dibuka kembali dan kehidupan jutaan orang mulai perlahan-lahan kembali normal.\r\n\r\nNamun, laju kembalinya bisnis telah terhambat oleh upaya China untuk menjaga dari gelombang kedua infeksi dari luar negeri.\r\n\r\nSub-indeks survei produksi manufaktur naik menjadi 54,1 pada Maret dari 27,8 Februari, sementara pembacaan pesanan baru naik menjadi 52 dari 29,3 sebulan sebelumnya. Pesanan ekspor baru yang diterima oleh pabrikan Cina meningkat hingga 46,4 dari 28,7 pada Februari, tetapi masih terperosok dalam kontraksi.\r\n\r\nPandemi, yang berasal akhir tahun lalu di China, telah menimbulkan kekacauan di sepanjang rantai pasokan global dan para analis memperingatkan bahwa pabrik-pabrik negara akan terus berjuang karena permintaan luar negeri yang merosot di tengah kuncian yang ketat di Eropa, Amerika Serikat dan sejumlah ekonomi utama lainnya dan dimana kehidupan sehari-hari terhenti.\r\n\r\nEksportir China melihat pesanan luar negeri dibatalkan karena lonjakan infeksi virus corona di seluruh dunia dan kematian telah memaksa banyak mitra dagang negara untuk memperlambat atau menunda produksi. Secara global wabah ini telah merenggut nyawa lebih dari 34.000 orang dengan lebih dari 720.000 infeksi.\r\n\r\nChina seharusnya tidak menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun ini mengingat tingginya tingkat ketidakpastian dari pandemi corona dan menghindari keharusan untuk menggunakan stimulus besar-besaran untuk memenuhi tujuan.\r\n\r\nPerdagangan luar negeri China dapat semakin memburuk dari periode Januari hingga bulan Februari, yang melihat penurunan 17,2% dalam ekspor, wakil menteri industri Xin Guobin mengatakan pada konferensi pers pada hari Senin.\r\n\r\nKami memperkirakan bahwa China dapat kehilangan hampir 18 juta pekerjaan di sektor ekspor sebagai hasil dari kontraksi 30% y-o-y dalam ekspor yang kami perkirakan dalam satu hingga dua kuartal mendatang.\r\n\r\nWabah telah mendorong kontraksi tahunan curam 9% dalam produk domestik bruto China pada kuartal pertama. Aktivitas sektor jasa China juga diperluas, dengan PMI non-manufaktur resmi datang di 52,3, dari 29,6 pada Februari, survei NBS menunjukkan.\r\n\r\nSektor jasa sekarang merupakan bagian yang lebih besar dari ekonomi Tiongkok daripada pada saat epidemi coronavirus SARS 2002\/03, yang menyumbang sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu.\r\n\r\nPemerintah telah melonggarkan pembatasan dalam beberapa pekan terakhir yang mendorong konsumen untuk kembali ke mall dan restoran, dan membagikan jutaan yuan kupon belanja untuk menghidupkan kembali konsumsi.\r\n\r\nNamun, selera konsumen tetap tertekan dan analis memperingatkan wabah ini dapat memiliki dampak yang bertahan lama, karena banyak orang tetap khawatir tentang kemungkinan infeksi baru atau khawatir tentang keamanan pekerjaan dan potensi pemotongan upah ketika ekonomi berjuang.","post_date":"March 31, 2020 09:55:23"},{"id_post":"55563","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Tokyo-1.jpg","post_title":"Tingkat Pengangguran Jepang Stabil Pada Bulan Februari","post_status":"publish","id_parent":"55564","post_type":"post","category":"indikator-ekonomi","post_name":"tingkat-pengangguran-jepang-stabil-pada-bulan-februari","post_content":"JAVAFX \u2013 Badan Pusat Statistin Nasional Jepang pada hari Selasa (31\/3) telah merilis data tingkat pengangguran Jepang yang menetap stabil sementara ketersediaan pekerjaan turun pada bulan Februari.\r\n\r\nKementerian Dalam Negeri dan Komunikasi menunjukkan angka-angka tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman adalah 2,4% pada bulan Februari, tidak berubah dari bulan Januari lalu. Dengan perkiraan median adalah 2,4%.\r\n\r\nKementerian Tenaga Kerja juga menunjukkan Rasio untuk pelamar pekerjaan turun menjadi 1,45 pada Februari dari 1,49 dari bulan Januari kemarin.","post_date":"March 31, 2020 08:13:59"},{"id_post":"55557","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/emas4-1.jpg","post_title":"Emas Berjangka Merosot Karena Pasar Ekuitas Berikan Nada Positif","post_status":"publish","id_parent":"55558","post_type":"post","category":"berita-emas-minyak","post_name":"emas-berjangka-merosot-karena-pasar-ekuitas-berikan-nada-positif","post_content":"JAVAFX \u2013 Pada perdagangan di bursa komoditi logam, harga emas sedikit lebih rendah pada hari Senin karena ekuitas dibuka dengan nada positif, mengabaikan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mempertahankan saran yang ada lagi bisnis non-esensial dan pergerakan di tempat sampai akhir April.\r\n\r\nTrump sebelumnya berharap untuk membuka pembatasan menjelang Paskah, yang jatuh pada 12 April, berharap untuk mempertahankan ekonomi menjelang pemilihan umum pada bulan November. Indeks manufaktur Dallas Fed, yang sangat dipengaruhi oleh kondisi di sektor minyak dan gas, jatuh ke -70 yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Maret, menurut angka yang dirilis pada hari Senin.\r\n\r\nNamun, dengan lebih dari 143.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di AS dan dengan jumlah infeksi baru yang terus meningkat dengan cepat, Presiden tampaknya telah menyerah pada nasihat dari penasihat ilmiahnya.\r\n\r\nEmas berjangka untuk pengiriman di bursa Comex turun 0,7% pada $ 1,643.00 per troy ounce, sementara emas spot turun 0,8% pada $1,618.80.\r\n\r\nPerak berjangka turun 2,2% pada 14,22 per ounce, sementara platinum berjangka turun 2,5% pada $722,95.\r\n\r\nMenurut data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas, posisi panjang spekulatif bersih pada emas turun untuk minggu keempat berturut-turut pekan lalu ke level terendahnya sepanjang tahun ini. Secara teori, hal itu seharusnya membuat emas lebih mudah untuk rally dari level saat ini, karena overhang spekulatif berkurang. Namun, pasar tetap berombak karena keadaan darurat medis terus berlanjut.\r\n\r\nSementara itu, havens lain mulai menikmati angin ombak dukungan bank sentral yang tidak meledak untuk emas pada tingkat yang sama, bahkan jika itu meningkatkan posisi hasil relatif untuk logam kuning. Imbal hasil US Treasury lama jatuh lebih dari 12 basis poin pada Senin pada prospek pembelian Federal Reserve, sementara Bank Sentral Eropa mengatakan membeli obligasi pemerintah 15,6 miliar euro pada hari Kamis dan Jumat saja saat membuka 750 miliar euro ($825 miliar) Program Pembelian Darurat Pandemi.\r\n\r\nSpread antara biaya pinjaman Italia dan Jerman, indikator kasar risiko putusnya zona euro yang biasanya positif untuk emas, naik kembali di atas 200 basis poin sebagai hasilnya.","post_date":"March 30, 2020 22:55:28"},{"id_post":"55539","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Trump-4.jpg","post_title":"Pernyataan Trump Pagi Tadi Masih Kuatkan Dolar AS","post_status":"publish","id_parent":"55540","post_type":"post","category":"berita-forex","post_name":"pernyataan-trump-pagi-tadi-masih-kuatkan-dolar-as","post_content":"

<\/p>\r\n

Trump telah menyatakan pagi tadi bahwa dia akan memperpanjang penanganan virus di Amerika hingga tanggal 30 April 2020. Trump juga mengatakan bahwa puncak tingkat kematian akan terjadi dalam kurun waktu dua minggu lagi. Hal ini di respon positif terutama setelah adanya kebijakan stimulus besar-besaran untuk menanggulangi masalah ekonomi karena hantaman virus Corona yang masih terus menguatkan dolar AS.<\/p>\r\n

Karena penguatan dolar AS terhadap mata lainnya, maka USDCAD naik dari level 1.4004 ke level 1.4090, GBPUSD turun dari level 1.2465 ke level 1.2316, EURUSD turun dari level 1.1143 ke level 1.1059, USDJPY turun dari level 170.11 ke level 180.20. Penguatan dolar AS atas beberapa mata uang ini di prediksi masih akan berlangsung hingga sesi Amerika nanti. USDCAD di prediksi akan terus naik menuju level 1.4145, USDJPY di prediksi akan turun menuju level 108.44 pada pivot, Oil di prediksi turun ke arah support dua di level 21.01, GBPUSD di prediksi turun ke arah support satu di level 1.2235, dan EUR USD di prediksi turun ke arah support satu di level 1.0006.<\/p>\r\n

<\/p>\r\n

<\/p>\r\n

<\/p>","post_date":"March 30, 2020 15:11:32"},{"id_post":"55527","guid":"https:\/\/www.javafx.news\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/oil4-1.jpg","post_title":"Minyak Mentah Merana Ketika Covid-19 Menggelapkan Prospek Permintaan","post_status":"publish","id_parent":"55528","post_type":"post","category":"berita-emas-minyak","post_name":"minyak-mentah-merana-ketika-covid-19-menggelapkan-prospek-permintaan","post_content":"JAVAFX \u2013 Minyak mentah berjangka turun tajam pada perdagangan di bursa komoditi hari Senin, dengan minyak Brent mencapai level terendah sejak November 2002, karena pandemi global virus corona terus memburuk dan perang harga Arab Saudi-Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.\r\n\r\nMinyak mentah berjangka Brent berjangka turun 6,7% atau $1,68 menjadi $23,25 per barel setelah sebelumnya turun menjadi $23,03, terendah sejak November 2002.\r\n\r\nMinyak mentah Intermediate West Texas Intermediate (WTI) AS turun hingga $19,92, mendekati level terendah 18 tahun di awal bulan ini dan terakhir diperdagangkan turun 5,4%, atau $1,17, pada $20,34 per barel.\r\n\r\nPasar minyak telah dibanting oleh kehancuran permintaan yang disebabkan oleh pandemi virus corona dan perang harga Arab Saudi-Rusia yang membanjiri pasar dengan pasokan tambahan.\r\n\r\nPada pekan lalu, Arab Saudi mengatakan bahwa tidak dalam pembicaraan dengan Rusia untuk menyeimbangkan pasar minyak meskipun meningkatnya tekanan dari Washington untuk menghentikan penurunan harga di tengah pandemi corona. Seorang pejabat senior Rusia mengatakan sebelumnya bahwa pada hari Jumat bahwa sejumlah besar produsen minyak dapat bekerja sama dengan OPEC dan Rusia untuk mendukung harga.\r\n\r\nOPEC, Arab Saudi dan Rusia dapat memperbaiki perbedaan mereka, tetapi OPEC-19 tidak banyak yang bisa dilakukan. Guncangan permintaan dari COVID-19 terlalu besar. Kenyataannya adalah penyimpanan global akan terisi dalam beberapa bulan jika tidak ada perubahan dan itu akan memiliki segala macam dampak yang mengganggu pada harga.\r\n\r\nDengan permintaan sekarang diperkirakan akan turun 15 juta atau 20 juta barel per hari, penurunan 20% dari tahun lalu, analis mengatakan pemotongan produksi besar-besaran akan diperlukan di luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).\r\n\r\nPenyebaran contango antara Mei dan November berjangka minyak mentah Brent mencapai yang terluas di $13,45 per barel, sedangkan spread enam-bulan untuk minyak mentah AS diperluas menjadi minus $12,85 per barel, diskon terluas sejak Februari 2009.\r\n\r\nHarga yang cepat lebih rendah daripada harga di bulan-bulan mendatang di pasar contango di tengah melimpahnya pasokan, mendorong pedagang untuk menyimpan minyak untuk penjualan di masa depan.\r\n\r\nPandemi virus korona, yang telah menewaskan sekitar 32.000 orang dan membuat lebih dari 660.000 orang sakit di seluruh dunia, membuat industri penerbangan di seluruh dunia macet dan membuat sekitar 3 miliar orang di kuncian untuk membatasi penyebaran virus.","post_date":"March 30, 2020 10:42:10"}]}